Tuesday, 23 April 2013

Puisi 19 (Orang ketiga part III bak pendusta)

Karangan : Ibn Hazm Al-Andalusi ( Ulama dan Pujangga Besar Islam Abad ke-5 H)

Diantara para pembohong, kaulah paling pendusta
Dari kemiskinan dan utang, kau lebih berbahaya
Sengaja kau abaikan perintah Tuhan
Seluruh titah-Nya kau lalaikan

Dalam dirimu berpadu segala dusta
Kehinaan dan kekejian menyertainya
Dustamu lebih menghancurkan ketimbang cercaan
Dinginnya mengalahkan Medinaccelli yang menggigilkan

Puisi 12 (Merahasiakan Cinta part I)

Karangan : Ibn Hazm Al-Andalusi ( Ulama dan Pujangga Besar Islam Abad ke-5 H)

Akan menghinakah mereka yang tak kenal cinta
Sungguh, cintamu padanya wajar adanya
Mereka bilang, cinta bikin kau hina
Padahal, kau orang paling paham agama

Aku katakan kepada mereka
Iri kepadanya kalian tunjukkan selamanya
Jawabnya, karena ia mencinta
Pujaan jiwa pun mencintainya sepenuh hatinya

Kapan Muhammad pernah mengharamkan cinta
Juga, apakah ia menghina umatnya yang jatuh cinta
Janganlah kau berlagak mulia
Dengan menyebut cinta sebagai dosa

Janganlah kau pedulikan apa kata orang tentang cinta
Entah yang menyapa keras atau halus biasa
Bukanlah manusia harus menetapi pilihannya
Bukanlah kata tersembunyi tak berarti diam seribu basa

Puisi 12 (Merahasiakan Cinta part II)

Karangan : Ibn Hazm Al-Andalusi ( Ulama dan Pujangga Besar Islam Abad ke-5 H)

Air mata cinta mengalir sudah tanpa henti
Dan tirai kasih tersingkap indah sekali
Hatimu layaknya kucing garang saja
Gesit menerkam kala melihat mangsa

Sahabatku, ungkapkan saja gelegak cintamu
Pendapatku tentang cinta sunggu tak beda denganmu
Sampai kapan kan kau sembunyikan
Tak kan ku tinggalkan kau sendirian

Puisi 12 (Merahasiakan Cinta part III)

Karangan : Ibn Hazm Al-Andalusi ( Ulama dan Pujangga Besar Islam Abad ke-5 H)

Mereka tahu anak muda yang dilanda cinta aku ini
Tapi segala rahasia cinta kusembunyikan rapi
Kecuali pada mereka yang tahu rahasia
Keadaanku sejatinya sepenuhnya

Bagi mereka yang tak tahu diri aku sebenarnya
Cukuplah mereka tahu aku kini sedang mencinta
Bak garis terlihat nyata, tapi mereka tak tahu hakikat guratannya
Atau bak suara perkutut nan indah yang tak dapat dipahami maknanya

Mereka berkata, demi Allah, cintamu itu bukan racun membinasakan
Ia adalah mulia setiap insan yang memiliki kesadaran
Cinta bukan tabiat orang gila, tapi mutiara yang bikin orang tergila-gila
Selamanya, mereke tergetar dalam syakwa terputus atau terputusnya syakwa

Puisi 19 (Orang ketiga part I)

Karangan : Ibn Hazm Al-Andalusi ( Ulama dan Pujangga Besar Islam Abad ke-5 H)

Jangan kau abaikan sama sekali
Rencana busuk orang ketiga
Aneka jalan terus ia cari
Tuk pisahkan ikatan tali cinta

Air telaga menyegarkan
Betapa sering ia tawarkan
Sejatinya, kematianlah yang ia tawarkan
Bukan air telaga yang menyegarkan

Puisi 19 (Orang ketiga part II bak pendusta)

Karangan : Ibn Hazm Al-Andalusi ( Ulama dan Pujangga Besar Islam Abad ke-5 H)

Segala dusta yang kau sembunyikan sudah tersingkap
Segala kebusukan yang kau rahasiakan sudah terungkap
Sungguh, banyak satu kasus oleh kasus lain terungkapkan
Layaknya perzinaan terungkap oleh kehamilan

Kebohonganmu lebih tajam ketimbang kaca serpihan
Kebohonganmu lebih mematikan ketimbang tusukan pedang
Waktu dan pengalaman kan mengajarkan
Kau telah kancurkan tali kasih orang

Puisi [Hakikat Cinta]

Karangan : Ibn Hazm Al-Andalusi ( Ulama dan Pujangga Besar Islam Abad ke-5 H)

Cintaku padamu, abadi sepanjang zaman
Tak lebih tak kurang oleh alasan
Cintaku tak beralasan kecuali keinginan mencinta
Cintaku tak bersebab yang dimengerti manusia

Jika cintamu tak beralasan selain ia yang kau cinta
Maka ia nyata, tak kan lenyap selamanya
Jika cintamu digerakkan oleh suatu alasan
Maka ia akan sirna bersama sirnanya alsan