Saturday, 21 October 2017

Mengidentifikasi Struktur Teks Biografi

Teks biografi termasuk teks narasi. Struktur teks biografi adalah sebagai berikut.
(a)
Orientasi atau setting (aim), berisi informasi mengenai latar belakang kisah atau peristiwa yang akan diceritakan selanjutnya untuk membantu pendengar/pembaca. Informasi yang dimaksud berkenaan dengan ihwal siapa, kapan, di mana, dan mengapa.
(b)
Kejadian penting (important event, record of events), berisi rangkaian peristiwa yang disusun secara kronologis, menurut urutan waktu, yang meliputi kejadian-kejadian utama
yang dialami tokoh. Dalam bagian ini mungkin pula disertakan komentar-komentar pencerita pada beberapa bagiannya.
(c)
Reorientasi, berisi komentar evaluatif atau pernyataan kesimpulan mengenai rangkaian peristiwa yang telah diceritakan sebelumnya. Bagian ini sifatnya opsional, yang mungkin ada atau tidak ada di dalam suatu cerita ulang.


Berikut beberapa contoh pertanyaan beserta jawaban tentang Biografi B.J. Habibie

No
Pertanyaan
Jawaban
1
Siapakah tokoh yang dibahas dalam biografi tersebut?
B.J. Habibie
2
Permasalahan apa yang dihadapi tokoh tersebut?
Kesulitan (minimnya biaya) dalam menyelesaikan pendidikan.
3
Bagaimana cara tokoh tersebut memecahkan permasalahan hingga mencapai keberhasilan?
Pulang peri ke tempat kerja dengan jalan kaki untuk menghemat ongkos;
Ia bekerja pada siang hari dan kuliah pada malam hari;
Bekerja dan mengikuti ujian pada musim liburan.
4
Apa yang menarik dari tokoh tersebut?
Ketekunan dan kerja kerasnya dalam mencapai cita-cita untuk berbakti pada orang tuanya.
Kesuksesan studi dan keriernya di bidang teknologi dan politik.
5
Hal apa yang dapat diteladani dari tokoh tersebut?
Ketekunan dan kesungguhannya dalam meraih sesuatu.
6
Mengapa teks tersebut disebut biografi?
Karena cerita yang menceritakan kisah hidup seseorang (B.J. Habibie) tersebut ditulis oleh seseorang seseorang dan mengandung keteladanan yang bermanfaat bagi pembacanya.
7
Apa yang membedakan teks tersebut dibandingkan teks lain, misalnya dibandingkan cerpen atau berita?
Karena cerita ulang dalam biografi tersebut ditulis berdasarkan fakta kisah hidup seseorang; bukan hasil rekaan seperti cerpen; bukan menceritakan suatu peristiwa tetapi menceritakan seseorang dan hal menarik yang ada dan dialami oleh orang tersebut.

Biografi B. J. Habibie







  


B.J. Habibie adalah salah satu tokoh panutan dan menjadi kebanggaan bagi banyak orang di Indonesia. Beliau adalah Presiden ketiga Republik Indonesia. Nama dan gelar lengkapnya Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie. Beliau dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA.Tuti Marini Puspowardojo. Habibie menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 dan dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Habibi menjadi yatim sejak bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung. Setelah ayahnya meninggal, Ibunya menjual rumah dan kendaraannya kemudian pindah ke Bandung bersama anak-anaknya. Ibunya membanting tulang membiayai kehidupan anak-anaknya.
Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas dan selalu memgang prinsip yang diyakini telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda dan membaca ini dikenal sangat cerdas sejak masih menduduki Sekolah Dasar.
Habibie kemudian menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Di SMA beliau kecerdasan dan prestasinya tampak menonjol, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya.

Karena kecerdasannya, setelah tamat SMA di Bandung tahun 1954, beliau masuk di ITB (Institut Teknologi Bandung). Namun, ia tidak menyelesaiakan S-1 nya di sana karena mendapatkan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di Jerman. Habibie terinspirasi pesan Bung Karno tentang pentingnya dirgantara dan penerbangan bagi Indonesia, maka ia memilih jurusan teknik penerbangan dengan spesialisasi konstruksi pesawat terbang di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RWTH).
Demi ibunya yang telah bersusah payah membiayai hidup dan pendidikannya, Habibie belajar dengan sungguh-sungguh. Tekadnya ia harus jadi orang sukses. Pada saat ia kuliah di Jerman itu, tahun 1955, di Aachean, 99% mahasiswa Indonesia yang belajar di sana diberi beasiswa penuh. Hanya beliaulah yang memiliki paspor hijau.
Ketika musim liburan tiba, ia menggunakan waktunya untuk mengikuti ujian dan bekerja. Sehabis masa libur, ia kembali fokus belajar. Gaya hidupnya ini sangat berbeda dibandingkan teman-temannya yang memilih menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja, mencari pengalaman, tanpa mengikuti ujian.

Tahun 1960 Habibie berhasil mendapat gelar Diploma Ing, dari Technische Hochschule Jerman dengan predikat cumlaude (sempurna) dan nilai rata-rata 9.5. Dengan gelar insinyurnya itu Habibie mendaftar diri untuk bekerja di Firma Talbot, sebuah industri kereta api di Jerman. Pada saat itu Firma Talbot membutuhkan sebuah wagon yang bervolume besar untuk mengangkut barang-barang yang ringan tapi volumenya besar.
Talbot membutuhkan 1000 wagon. Mendapat tantangan seperti itu, Habibie mencoba mengaplikasikan cara-cara konstruksi membuat sayap pesawat terbang. Metode itu ia terapkan pada wagon dan akhirnya berhasil.
Habibie kemudian melanjutkan studinya di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aschean.
Habibie menikah dengan Hasri Ainun Habibie yang kemudian diboyongnya ke Jerman. Hidupnya makin keras. Pada pagi hari Habibie terkadang harus berjalan kaki cepat ke tempat kerjanya yang jauh untuk menghemat biaya hidup. Ia pulang pada malam hari dan belajar untuk kuliahnya. Demi menghemat, istrinya harus mengantri di tempat pencucian umum untuk mencuci.

Pada tahun 1965 Habibie mendapatkan gelar Dr. Ingenieur dengan penilaian summa cumlaude (sangat sempurna) dengan nilai rata-rata 10 dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aschean. Habibie mendapatkan gelar Doktor setelah menemukan rumus yang ia namai “Faktor Habibie” karena
bisa menghitung keretakan atau krack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang. Habibie dijuluki sebagai Mr Crack.

Pada tahun 1967, Habibie menjadi Profesor Kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi bandung. Kejeniusan dan prestasi mengantarkan Habibie diakui lembaga internasional, diantaranya Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society Londong (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de l’Air et de l’Espace (Perancis) dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat).
Penghargaan bergengsi yang pernah diraih Habibie adalah Edward Warner Award dan Award von Karman yang hampir setara dengan hadiah Nobel. Di dalam negeri, Habibie mendapat penghargaan tertinggi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana.

Di Indonesia, Habibie menjadi Menteri Negara Ristek/ Kepala BPPT selama 20 tahun, ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), memimpin perusahaan BUMN strategis, dipilih menjadi wakil Presiden RI dan menjadi Presiden RI ke 3 setelah Soeharto mundur pada tahun 1998. Pada masa jabatan Habibie, terjadi referendum di Timor Timur, sampai akhirnya Timor Timur memisahkan diri dari Indonesia. Dalam masa jabatannya yang singkat, BJ Habibie telah meletakkan dasar bagi kehidupan demokrasi dan persatuan wilayah di Indonesia dengan disahkannya undang-undang tentang otonomi daerah dan undang-undang tentang partai politik, UU tentang Pemilu dan UU tentang susunan kedudukan DPR/MPR.
Turun dari jabatan sebagai Presiden, Habibie kembali ke Jerman bersama keluarga. Pada tahun 2010, Ainun meninggal dunia karena kanker. Sebagai terapi atas kehilangan orang yang dicintai, Habibie membuat tulisan tentang kisah kasih dengan Ainun, yang kemudian dibukukan dengan judul “Ainun dan Habibie”. Buku ini telah difilmkan dengan judul yang sama.
Sumber: http://www.biografiku.com/2009/01/biografi-bj-habibie.html Dengan penyesuaian

 Buku Cetak Bahasa Indonesia

Monday, 31 October 2016

Cinta yang Beda

"Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga.... yeee..." Suara itu dinyanyikan oleh dua sejoli yang tengah merayakan hari jadinya yang kini sudah memasuki tahun ke lima.
"Nggak nyangka ya kita udah lima tahun." Kata Qyara usai meniup lilin bersama Johan, pacarnya.

"Iya. Semoga kita langgeng sampai ke gerbang pernikahan." Sahut Johan.

"Amin." Jawab Qyara.

Tak berapa lama kemudian, Bunda Qyara pulang dari dinas luar.

"Siapa yang ulang tahun Qy? Tanya ibunya sambil menenteng tas kerjanya.

"Hubungan kita berdua bun." Jawab Qyara lirih.

"Halah lebai." Ucap Ibunda sinis.

Hubungan Qyara dan Johan memang tak mendapat restu dari orang tua Qyara. Terlebih dari ayahnya. Setiap Johan singgah ke rumah Qyara, selalu diusirnya.
"Qy, sebentar lagi ayahmu pulang. Ibu nggak mau ada ribut-ribut lagi di rumah ini." Ujar ibunda.

"Bunda habis keluar kota buat kerja itu rasanya capek. Jadi mau istirahat tolong bikin suasana rumah adem." Tambah ibunda.

"Johan! Kamu tau kan maksud saya." tambahnya lagi.

"Bunda. Tolong bersikap baik sedikit pada Johan dong bun." Sahut Qyara.

"Yaudah kalau begitu aku pamit ya sayang." kata Johan.

"Loh kok gitu sih." ujar Qyara.

"Udah. ini demi hubungan kita." Sambil berbisik pada Qyara.

"Saya pamit tante." Ucap Johan.

Tepat sekali, diluar rumah Ayah dari Qyara juga baru saja pulang dan berpapasan dengan Johan.

"Kamu lagi! Ngapain kamu dari rumah saya. Saya harap, ini untuk yang terakhir kalinya yaa.. Saya tidak pernah mengizinkan Qyara berhubungan denganmu. Bukan aku sombong, tapi kita terlahir dengan budaya dan agama yang berbeda.

Friday, 28 October 2016

Cara Bijak agar Hemat Belanja Online

Kini toko-toko online makin menjamur di dunia maya. Mulai dari website hingga media sosial, semua dijadikan lapak berdagang. Ada yang sekadar iseng-iseng ikut jualan, ada yang ambisius, ada pula yang tipu-tipu. Ini yang perlu kita kenali, kita waspadai.

Sebenarnya, sah-sah saja orang berdagang dengan cara mereka masing-masing. Justru itu bisa menghasilkan uang tambahan. Sekarang, barulah kita yang melihat fenomena itu musti bijak.dalam menanggapi. Salah satunya saat tertarik dengan produk jualan mereka.

Kita tidak bisa menutup mata begitu saja bukan? Setiap kali membuka media sosial selalu saja ada iklan menawarkan dagangannya. Bukan tidak mungkin bahwa yang mereka tawarkan adalah produk yang sedang kita cari atau kita inginkan. Terlebih, bila yang berjualan adalah orang yang kita kenal. Kita rasanya ingin segera keep produk itu.

Tapi tunggu dulu. Coba pertimbangkan dulu beberapa hal berikut ini.
1. Seberapa penting produk itu untuk kita.
Terkadang kita hanya sekadar ingin saja, tanpa memikirkan apakah akan berguna atau hanya buang uang saja. Sebagai orang bijak, kita harus bisa memilih dan memilah mana yang dianggap penting dan mana yang tidak perlu.
2. Kenali Penjualnya
Jangan sampai kita tertipu dengan penjual bodong. Setelah transfer, penjualnya menghilang. Ini kan merugikan sekali. Kalaupun penjualnya kita kenali, lalu apakah benar dia punya background seorang penjual atau hanya ikut-ikutan saja. Bisa saja dia hanyalah reseller dari tangan yang kesekian sehingga harganya relatif lebih mahal
3. Cek Toko Onlinenya
Biasanya, toko online yang baik akan mempunyai website yang resmi dan menjual berbagai macam produk yang sejenis. Di sinilah letaknya kita bisa berhemat jika ingin belanja lainnya karena satu paketan dan otomatis biaya ongkos kirim lebih murah. Kalau toko onlinenya masih tidak jelas, lebih baik urungkan dulu niatnya.
4. Bandingkan Harga
Kadang kita lupa satu hal bahwa saat ini banyak sekali reseller yang mengambil keuntungan dengan selisih harga. Jika kita pengguna internet, apa salahnya kalau kita searching lagi penjual produk yang sama dengan toko yang berbeda akan memunculkan selisih harga yang berbeda pula.
5. Lihat Komentar Konsumen
Hal ini juga dianggap perlu agar menghindari tipuan menjual online abal-abal.
6. Cek Ongkos Kirim
Kadang kita lupa akan hal ini. Melihat harga yang dibandrol lumayan murah sehingga kita lupa diri kalau masih ada ongkos kirimnya. Kalau jauh lebih mahal lagi kan sama saja bohong. Lebih baik belanja di sekitar tempat tinggal kita yang sudah real barangnya.
Kalau memang perlu, kita bisa patungan dengan teman kita untuk membeli produk dari toko online yang sama sehingga akan irit di ongkir (ongkos kirim)

Itulah cara bijak agar hemat saat belanja online. Happy Shopping, semoga tidak tertipu dengan pedagang fiktif ya.

Kecanduan Media Sosial

Saat ini, kita berada pada era modernisasi. Semua serba ada dengan berbagai kecanggihan teknologi. Segala informasi menjadi sangat mudah kita dapatkan. Akses internet sepertinya sudah menjadi teman sehari-hari. Dikesempatan santai, hampir kebanyakan orang sibuk dengan memainkan gadget terbarunya dengan fitur-fitur yang super canggih. Kebanyakan orang juga jadi mulai narsis mengabadikan momen foto bersama keluarga, teman atau kolega kerja.
Inilah yang terjadi di dunia ini. Tak perlu mengamati dengan sesamapun kebanyakan akan setuju bahwa saat ini masyarakat lebih asik berlama-lama atau mengulur-ukur waktu demi menainkan gadget kesayangannya. Hari jadi terasa semakin cepat berlalu tanpa makna berarti. Lebih banyak menatap layar, mengotak-atik gambar hingga jadi postingan menarik, melihat-lihat status orang lain, dan mungkin ada sebagian yang bermain game online.

Hal di atas, tidak serta merta dengan mudahnya kita salahkan karena memang inilah kenyataan yang ada saat ini. Semua orang hampir kecanduan media sosial baik facebook, bbm, line, twitter, instagram, path, Whatshapp dan lain sebagainya. sah-sah saja kalau masih pada batas yang wajar.
Kecanduan media sosial jelas akan menghasilkan dua dampak, yaitu negatif dan positif. Jadi, kita bisa mempertimbangkan dampak mana yang paling dominan. Bila dominan positif, berarti kita masih bijak dalam penggunaan media sosial. Sedangkan dominan negatif, maka sepatutnya kita kurangi aktivitas bermain media sosial.
Lalu, dampak seperti apa yang dikatakan positif?

Pertama, terjalinnya kembali hubungan tali silaturahmi terhadap teman/sahabat/saudara/dll yang barangkali sudah jarang bertemu.

Kedua, dapat memperkaya wawasan.

Ketiga, dapat digunakan untuk membagi pengalaman hidup atau sekedar berbagi kebahagiaan via gambar atau video

Keempat, bisa digunakan untuk memperoleh teman, kolega kerja, pekerjaan atau bahkan bisa untuk menghasilkan uang.
Kemudian, bagaimana dengan dampak negatifnya?

Tentu dapat membuang-buang waktu berharga kita karena terlalu lama bermain media sosial.

Menjadi cuek dengan teman disekitar.

Menjadi malas belajar/bekerja atau bahkan malas mandi loh. Sebagai contoh di pagi hari. sudah dipastikan lebih dulu mengecek media sosialnya dibandingkan bergegas mandi dan menjalankan rutinitas. Seolah hidup kita sudah dikendalikan oleh ponsel pintar yang tau segalanya baik dari informasi terkini hingga hal yang dianggap tabu juga tersaji dengan gamblang.

Selanjutnya, pengeluaran bulanan juga makin bertambah karena untuk membeli kuota data.

Dan masih banyak lagi.

Tapi inilah gaya hidup saat ini yang sudah menjadi kebutuhan. Asal kita bijak dalam menggunakannya, tentu kecanduan akan mendatangkan faedah. Sementara kita salah dalam menggunakannya, yang ada hanyalah banyak mudharatnya.

Monday, 24 October 2016

Hianati

"Aku sangat mencintaimu melebihi apapun. Aku inginkan kamu tuk jadi bidadari dalam rumah tanggaku nanti."

Begitulah gumam seorang pemuda yang bernama Affan sambil memandang penuh cinta sebuah foto di ponsel pintarnya. Dipandangi gadis ayu bergaya setengah modern itu dengan tersenyum-senyum sendiri.
Begitulah hati yang sedang dilanda asmara. Cinta yang begitu dalam pada kekasihnya seolah membuat hidupnya jauh lebih berkualitas dibandingkan sebelumnya.

Affan baru dua bulan menjalin hubungan percintaannya dengan Anggita. Terasa memang masih indah-indahnya. Terlebih, Affan memang sudah agak lama sendiri sehingga ketika dia nyatakan cinta pada Anggita dan diterima itu sungguh rasa bahagia yang tiada terukur lagi.
Ponsel pintarnya bersiul-siul memecahkan lamunan indahnya. Dilihat sebuah pesan online dari sang pujaan hati. Segeralah sigap dibalas dengan kesungguhan hati.

Affan bangkit dari tempat tidur. Diraihnya sebuah kontak motor dan juga jaket andalannya yang tergantung dibalik pintu kamarnya.

"Mau kemana Fan?" Tanya kakaknya.

"Mau keluar sebentar." Jawab Affan.
Dihidupkannya sepeda motor miliknya dan bergegas pergi kesebuah kedai martabak paling kenamaan dikotanya. Rupanya, Anggita ingin sekali makan martabak dari kedai itu. Antrian sudah memanjang. Padahal, kedai baru akan buka setengah jam lagi. Namun, demi sang pacar dia rela antri berdesakan dengan pembeli lainnya.
Untuk melepas rasa jenuh, dia terus saling berchat dengan Anggita hingga setengah jam berlalu.
Sedikit simpul senyum menyembul melihat kedai itu siap melayani pembeli. Namun sungguh sayang, antrean terlalu panjang. Affan harus menunggu lebih lama lagi. Dia mulai gelisah, takut Anggita akan meluapkan amarah. Namun dengan susah payah, Akhirnya Affan dapat membeli martabak sesuai perintah.
Coklat keju, itulah kesukaan Anggita. Affan kemudian memacu motornya lebih cepat untuk menemui Anggita di serambi rumahnya. Butuh waktu dua puluh menit untuk sampai di hadapan mata sang kekasih.
."tiiiin.. tiiiin...

Bunyi klakson dari motor milik Affan. Sebentar dirinya melirik kearah spion motornya untuk memastikan rambutnya rapi tidak berantakan dan untuk menambah kepercayaan diri.
Anggita keluar rumah menggunakan baju merah muda. Begitu cantik di mata Affan.

"Maaf sudah membuatmu menunggu lama." Ujar Affan.

"Aku yang minta maaf sudah merepotkanmu." Sahut Anggita.

"Tidak. Aku tidak merasa direpotkan." Balas Affan.

Anggita kemudian membuatkan Affan secangkir teh hangat untuk teman ngobrol sambil menikmati martabak yang telah dibelinya.
Usai bercanda ria penuh tawa bahagia, Affan pun pamit pulang.

Senyum menawan dari Anggita mengantarkan Affan pulang dengan hati berbunga-bunga.

Malam larut oleh bintang-bintang bertaburan di atas langit cemerlang. Malam itu, Affan tak lekas juga mengantuk. Dibukanya sebuah laptop untuk melihat-lihat account facebooknya. Merasa bosan, dia coba mengecek postingan milik sang pacar. Sungguh pemandangan yang jauh dari perkiraannya. Awalnya, dia hanya ingin melihat status dan juga foto bertabur senyum milik Anggita, namun lebih dari itu yang ia dapatkan. Nampak Anggita berbalas dinding dengan sebuah account pria bernama Boy Dannu. Sungguh mesra sekali terlihatnya membuat hati Affan gelisah tak menentu.

Tak ingin hatinya terus berkecamuk, Affan langsung memhubungi Anggita.
"Tadi habis main facebook ya..?" Tanya Affan.
"Iya." jawab Anggita singkat.
"Akun yang namanya Boy Dannu itu siapa? Kok kamu chatnya mesra banget." Tanya Affan langsung pada pokok permasalahan di hatinya.
"Oh kak Danu. Cieee,,, cemburu yaa.." Begitulah Anggita menanggapi tak serius.
"Ya tanya aja siapa kamu? Abis chatnya gitu banget sih!" ujar Affan.
"Dia itu kakak kelasku waktu SMP dulu kok. Cuma temenan aja. Orangnya baik dan gokil abis deh pokoknya. Jadi ya gitu kalo lg chat. Jangan marah yaa..." pinta Anggita.
"Nggak marah kok. Aku kan cuma tanya." kata Affan yang lega dengan jawaban Anggita.

Besok adalah tepat tiga bulan Affan dan Anggita berpacaran. Affan ingin membuat sesuatu yang spesial untuk mereka berdua agar terkenang. Munculah sebuah ide untuk mengajak Anggita nonton bioskop. Kebetulan saat itu sedang ada film terbaru bergendre romantis.

Ide itu disetujui oleh Anggita. Affan hatinya makin berbunga-bunga.

Usai menonton, Affan mengajak Anggita makan disebuah restoran seafood.
"Menurut kamu, film tadi gimana?" Tanya Affan.
"Bagus. Sangat romantis dan membuat cukup terharu diendingnya." Jawab Anggita.

"Iya yaa.." sahut Affan.

Cinta Affan makin bertumbuh subur pada Anggita. Setiap malam menjelang tidur, memandangi foto Anggita adalah bagian dari rutinitas Affan. Namun, kali ini berbeda. Hatinya gundah gulana. Sejak Affan mengantarkan Anggita usai menonton bioskop, kini Anggita tidak bisa dihubungi lagi. Rumahnya juga kosong. Juga tidak terlihat postingan-postingan apapun dari Anggita. Rindu makin menjalar keseluruh sum-sum tulangnya.

Kali ini, ia coba hubungi Anggita lagi namun hasilnya masih nihil. Tak patah arang sampai di situ saja, Affan untuk kesekian kalinya membuka facebook untuk melihat postingan dari Anggita. Hasilnya sungguh mencengangkan. Tampak sebuah foto yang sungguh mengiris hati. Foto itu diposting oleh akun bernama Boy Dannu dan ditandai ke akun Anggita. Disitu, tampak jelas Danu sedang menyematkan cincin tunangan di jari manis Anggita disaksikan oleh para keluarganya. Banyak komentar selamat yang terlontar dari sahabat keduanya.
Pupus sudah harapan Affan. Mimpi-mimpi indahnya bersama Anggita hancur berkeping-keping. Tak lupa ia ucapkan selamat untuk keduanya.

Affan menutup layar laptopnya dengan dada penuh sesak untuk rasa amarah, kecewa, sakit hati dengan kenyataan yang ada .